1. Miss, bagaimana bila kita tidak sependapat dengan saran-saran mertua atau ipar dalam mengelola rumah tangga? Haruskah berterus terang atau pura-pura setuju? Saya cukup sering bertemu mereka walaupun tidak tinggal serumah.
- Anonim, Padang
Jawaban :
Hai Uni,
Komunikasi dengan keluarga pasangan terkadang memang memiliki tantangan tersendiri, karena kita berasal dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.
Nah, tentang saran apa dari ipar atau mertua yang membuat Uni tidak sependapat? Apakah bertentangan dengan value keluarga kecil Uni? Kalau ya, sampaikan saja dengan bahasa yang santun, bahwa keluarga kecil Uni punya value sendiri. Jika tidak bertentangan, seandainya saran itu baik, tidak ada salahnya diterima.
Cobalah untuk membuka diri. Sebaiknya Uni hubungi Miss secara pribadi biar kita bahas tuntas, ya.
◀▶
2. Bagaimana cara mempersiapkan mental untuk bicara hal yang sensitif pada pasangan ya, Miss? Misalnya, jika saya mau menegur suami, atau jika saya mau mengutarakan suatu keinginan yang sebelumnya tidak pernah diizinkan.
- Ibu 3H, Agam
Jawaban :
2. Halo Ibu 3H di Agam,
Carilah waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Selama berumah tangga tentu Uni sudah faham kapan waktu suami bisa menerima masukan. Saat ingin menegur pilihlah kata yang tepat. Jangan terkesan menggurui apalagi menyalahkan.
Kalau untuk meminta izin, Uni bisa sampaikan alasan yang kuat dulu. Lalu tanyakan juga, apa alasan beliau melarang/ tidak mengizinkan. Kemudian, carilah jalan tengah agar suami yakin dengan apa yang Uni sampaikan.