Happiness Comes From Home
Oleh: Lintang Delia Putri
Rumah merupakan tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama keluarga. Segala aktivitas bisa dilakukan di rumah. Seperti aktivitas domestik, misalnya berbenah rumah, aktvitas berkebun, berolahraga, bahkan berkarya bisa dilakukan di dalam rumah. Terlebih, saat di masa pandemi ini, rumah akan menjadi tempat ternyaman.
Namun, seperti apa sih, rumah yang Uni idamkan? Apakah yang dihiasi dengan dekorasi cantik? Yang punya halaman luas? Yang memiliki playroom untuk anak? Atau ... yang terpenting rumah selalu rapi, bersih, dan nyaman? Ya, akan beragam sekali definisi rumah idaman yang ingin dicapai. Tetapi, apapun kondisi rumah ditempati saat ini, kita tetap harus melangitkan rasa syukur.
Yuk, kita coba melihat sekeliling rumah. Mulai dari kamar, ruang tamu dan ruang keluarga, dapur, halaman, dan seterusnya. Adakah yang membuat diri bersyukur dan bahagia memiliki rumah seperti yang ditempati saat ini? Kemudian, adakah hal yang membuat diri tidak nyaman terhadap kondisi rumah? Mari kita tuliskan semuanya.
Agar bisa terus bersyukur dan bahagia di rumah, kita harus mengeliminasi hal-hal di rumah yang membuat diri tidak nyaman. Kita bisa menyebutnya dengan decluttering. Sebuah proses menghilangkan benda-benda yang tidak penting, yang tentunya berpotensi menghadirkan ketidak-nyamanan. Uni bisa memulainya dari benda atau ruang di rumah yang membuat diri selalu bersumbu pendek.
Proses decluttering ini sesungguhnya sangat diperlukan, agar kita bisa lebih menghargai keberadaan benda-benda yang membuat diri bahagia alias spark joy kata Marie Kondo. Karenanya, Uni bisa benar-benar memanfaatkan benda-benda tersebut dengan maksimal.
Coba tengok ke dalam lemari pakaian, berapa banyak pakaian yang sering dipakai? Mana saja pakaian yang membuat diri bahagia saat memakainya? Kemudian, coba pilah. Mana saja yang masih ingin dipakai, mana yang bisa dieliminasi.
Sekarang, lihat ke dapur. Ruang yang bisa jadi paling sering dikunjungi di rumah. Mulai dari peralatan memasak dan peralatan makan. Adakah yang jumlahnya berlebihan? Adakah peralatan yang sangat jarang dipakai? Atau hanya terpakai di saat tertentu saja?
Kemudian, buka kulkas dan pantry. Adakah makanan yang mendekati masa kadaluarsa? Atau makanan yang perlu segera dihabiskan?
Uni bisa ajukan berbagai pertanyaan untuk mengeliminasi hal-hal yang tidak nyaman di rumah. Kuncinya adalah menghargai benda yang membuat kita bersyukur dan bahagia. Begitu seterusnya terhadap benda atau ruang lain di dalam rumah.
Proses decluttering ini tentu saja bisa membantu Uni menilai kebermanfaatan dan menghargai benda yang dimiliki. Dengan begitu, rumah akan menjadi tempat yang nyaman karena hanya berisi dengan benda yang esensial.