Spotlight ; Parenting - Pentingnya Memahami Bahasa Cinta Pasangan (418)

Pernah tidak, Uni merasakan suatu kehampaan dalam menjalin hubungan dengan suami?

Merasakan tangki cinta tak pernah terisi?

Rasanya, Uni sudah mencintai suami dengan sepenuh jiwa, namun suami justru tidak merasakannya. Begitu pula sebaliknya. Tak urung cek cok antara Uni dan suami pun sering terjadi karena ketidakpahaman satu sama lain?

Yuk, simak beberapa ilustrasi berikut:
Seorang istri memasak masakan kesukaan suaminya. Ia merasa bahagia saat suaminya makan dengan lahap dan nikmat.

Sang istri bertanya, "Enak, Pa?"

“Lumayan, harusnya Mama masak kayak gini terus, gak hanya sesekali,” jawab suami santai.

Sesaat kebahagiaan istri langsung lenyap. Ia berharap suaminya akan dengan romantis menjawab, ‘Terima kasih, Sayang. Istriku luar biasa.’

Pujian kecil ini sebenarnya bisa membuat dirinya merasa dicintai dan lebih bersemangat. Namun, sang suami justru menganggap masakan yang enak buatan istri untuk dinikmati keluarga merupakan suatu kewajaran.

Satu lagi kisah menarik. Seorang istri menyambut suami yang pulang dari luar kota. Ia sudah luluran dan pakai wewangian, berharap saat suami pulang, suaminya akan memeluk dan menciumnya sebagai tanda rindu berhari-hari tak ketemu. Ternyata, saat tiba di rumah, bukan pelukan dan kecupan yang ia dapatkan. Sang suami malah membuka tas, memberikan oleh-oleh buat istri dan anak-anak, lalu asyik bercerita tentang perjuangannya mendapatkan oleh-oleh tersebut. Sang istri jadi tidak begitu antusias mendengar cerita suami, karena apa yang ia harapkan, tidak ia dapatkan.

Sebaliknya, si suami jadi berpikir, 'Apakah istriku tidak rindu padaku? Kok dia acuh saja pada ceritaku? Tidakkah ia senang dengan hadiah yang kuberikan? Apakah yang terjadi selama ia kutinggalkan?' Kebahagiaan yang diharapkan ternyata berujung pada rasa kecewa dan curiga, bahkan bisa jadi petaka.

Sebetulnya, setiap suami dan istri punya rasa cinta yang besar. Hanya saja, rasa cinta ini disampaikan dengan bahasa cinta yang berbeda, yang belum tentu dipahami oleh pasangannya. Tentu hal ini mengakibatkan pasangan merasa tidak dicintai.

Tahukah Uni bila bahasa cinta merupakan cara seseorang mengungkapkan rasa cintanya serta menunjukkan bagaimana ia ingin dicintai? Mencintai pasangan dengan bahasa cinta yang tepat dapat mengisi tangki cintanya. Setiap hari, tangki cinta tersebut harus diisi agar pasangan selalu merasa bahagia.

Setiap orang punya bahasa cinta yang berbeda-beda. Mari kenali bahasa cinta Uni, suami, dan anak, demi terciptanya kebahagiaan di rumah kita. Menurut DR. Gary Chapman ada 5 bahasa cinta yang ada pada diri setiap orang:

  1. Words of Affirmation atau kata-kata mendukung/pujian
  2. Quality Time atau waktu berkualitas
  3. Act of service atau pelayanan 
  4. Physical touch atau sentuhan fisik
  5. Receiving gift atau menerima hadiah

Ternyata, bahasa cinta bukan sekedar kata, ya? Bahasa cinta Uni yang mana? Samakah dengan bahasa cinta suami atau anak-anak? Bila tidak, apakah selama ini sering terjadi perselisihan dikarenakan bahasa cinta yang berbeda? Kita akan kupas ini lebih lanjut di volume berikutnya.

Sst ... tunjukkan juga artikel ini pada suami Uni, ya. [YOK]