Pernah tidak, Uni merasakan
suatu kehampaan dalam menjalin hubungan dengan suami?
Merasakan tangki cinta tak
pernah terisi?
Rasanya, Uni sudah mencintai
suami dengan sepenuh jiwa, namun suami justru tidak merasakannya. Begitu pula
sebaliknya. Tak urung cek cok antara Uni dan suami pun sering terjadi karena ketidakpahaman
satu sama lain?
Yuk, simak beberapa ilustrasi
berikut:
Seorang istri memasak masakan kesukaan suaminya. Ia merasa bahagia saat suaminya
makan dengan lahap dan nikmat.
Sang istri bertanya, "Enak,
Pa?"
“Lumayan, harusnya Mama
masak kayak gini terus, gak hanya sesekali,” jawab suami santai.
Sesaat kebahagiaan
istri langsung lenyap. Ia berharap suaminya akan dengan romantis menjawab, ‘Terima kasih, Sayang. Istriku luar biasa.’
Pujian kecil ini sebenarnya
bisa membuat dirinya merasa dicintai dan lebih bersemangat. Namun, sang suami justru
menganggap masakan yang enak buatan istri untuk dinikmati keluarga merupakan suatu
kewajaran.
Satu lagi kisah menarik. Seorang
istri menyambut suami yang pulang dari luar kota. Ia sudah luluran dan pakai
wewangian, berharap saat suami pulang, suaminya akan memeluk dan menciumnya
sebagai tanda rindu berhari-hari tak ketemu. Ternyata, saat tiba di
rumah, bukan pelukan dan kecupan yang ia dapatkan. Sang suami malah membuka
tas, memberikan oleh-oleh buat istri dan anak-anak, lalu asyik bercerita tentang
perjuangannya mendapatkan oleh-oleh tersebut. Sang istri jadi tidak begitu
antusias mendengar cerita suami, karena apa yang ia harapkan, tidak ia dapatkan.
Sebaliknya, si suami jadi
berpikir, 'Apakah istriku tidak rindu padaku?
Kok dia acuh saja pada ceritaku? Tidakkah ia senang dengan hadiah yang
kuberikan? Apakah yang terjadi selama
ia kutinggalkan?' Kebahagiaan yang diharapkan ternyata berujung pada rasa
kecewa dan curiga, bahkan bisa jadi petaka.
Sebetulnya, setiap suami
dan istri punya rasa cinta yang besar. Hanya saja, rasa cinta ini disampaikan
dengan bahasa cinta yang berbeda, yang belum tentu dipahami oleh pasangannya. Tentu
hal ini mengakibatkan pasangan merasa tidak dicintai.
Tahukah Uni bila bahasa
cinta merupakan cara seseorang mengungkapkan rasa cintanya serta menunjukkan
bagaimana ia ingin dicintai? Mencintai pasangan dengan bahasa cinta yang tepat
dapat mengisi tangki cintanya. Setiap hari, tangki cinta tersebut harus diisi
agar pasangan selalu merasa bahagia.
Setiap orang punya bahasa
cinta yang berbeda-beda. Mari kenali bahasa cinta Uni, suami, dan anak, demi
terciptanya kebahagiaan di rumah kita. Menurut DR. Gary Chapman ada 5 bahasa cinta yang ada pada diri setiap
orang:
- Words of Affirmation atau kata-kata mendukung/pujian
- Quality Time atau waktu berkualitas
- Act of service atau pelayanan
- Physical touch atau sentuhan fisik
- Receiving gift atau menerima hadiah
Ternyata, bahasa cinta
bukan sekedar kata, ya? Bahasa cinta Uni yang mana? Samakah dengan bahasa cinta
suami atau anak-anak? Bila tidak, apakah selama ini sering terjadi perselisihan
dikarenakan bahasa cinta yang berbeda? Kita akan kupas ini lebih lanjut di
volume berikutnya.
Sst ... tunjukkan juga
artikel ini pada suami Uni, ya. [YOK]