Cover ; Sosok (817)

Tidak ada perempuan yang ingin hidup menjadi single parent. Setiap wanita, menginginkan bahu untuk bersandar, punggung untuk menopang hidup. Bukan berarti perempuan adalah makhluk yang lemah. Layaknya tulang rusuk, melindungi organ penting pada tubuh. Ya, perempuan sepenting itu diciptakan Allah.

Namun, jika jalan hidup setiap tokoh telah ditentukan oleh Sang Sutradara, yang bisa dilakukan tokoh tersebut tetap melangkah, memperbaiki setiap kesalahan yang pernah dilakukan. Itulah yang sedang ditempuh sosok espresiana kali ini, Uni Ledya Fitriyana, yang biasa dipanggil Buled oleh IPers* Padang.

Baik dan keren. Dua karakter itu melekat di ingatan tetangga jika mendengar nama Ledya. Namun, karena dua kata itu jugalah Uni Ledy lama bersembunyi dari lingkungan semenjak status baru disandangnya. Seolah, seseorang dari keluarga baik-baik dan keren tidak boleh cerai. 

Pandangan lingkungan, tidak punya penghasilan, ditambah merasa gagal menjadi anak sekaligus ibu yang baik, meledakkan emosi negatif yang ada di dalam jiwa ibu satu anak ini. Hal itu terlampiaskan pada sang buah hati.

"Rasanya ... capek. Kasihan Nabil, yang gak tau apa-apa malah jadi korban."

Sendu begitu terasa saat Uni Ledy mengungkapkan perasaan yang dirasanya tiga tahun yang lalu. Tiga tahun yang begitu lama, terasa singkat untuk menghapus rasa perih, apalagi berkaitan dengan separuh hati.

Kata dan kalimat-kalimat menenangkan habis sudah dari sang papa dan mama. Hingga, dengan cara-Nya, melalui seorang sahabat Uni Ledy mengenal komunitas Ibu Profesional.

Surat cinta sebagai NHW* di program matrikulasi adalah titik balik perempuan ceria ini. Hingga bisa sampai di sini sekarang. Goresan tinta yang mengungkapkan segala hal yang belum sempat terucap. Kata terima kasih untuk segalanya, membebaskan jiwanya dari rasa-rasa yang seharusnya sudah lama lenyap.

Selain itu, sang buah hati dan juga wanita yang melahirkannya, menjadi motivator si Bungsu dari empat orang bersaudara ini untuk lebih bangkit lagi menata hidup.

"Gak ada guna menyesal dan menyalahkan diri. Lebih baik, perbaiki diri untuk menuju puncak, right?"

Kalimat motivasi yang cukup membakar semangat. Perempuan ber-mole di dagu kiri ini, mulai menyibukkan diri mencari ilmu lagi. Menantang diri bergabung ke dalam kepengurusan komunitas Ibu Profesional. Berusaha tidak lagi bergantung materi pada ketiga kakaknya. Hingga saat ini, berhasil membuka tempat kursus bahasa Inggris.

Mempositifkan diri, begitu bahasa dari penulis. Perasaan iba terhadap Nabil, Papa, Mama dan uda-uda yang mungkin ikut hancur saat mendengar kabar menyakitkan itu. Bahkan, mungkin sahabat yang selalu ada, tak pernah lelah memberi motivasi, juga merasa demikian. Cukuplah waktu dua tahun terbuang percuma. 

"Bahkan, Papa tidak makan selama dua hari saat mendengar berita itu. Setelah tiba di Jakarta, bertemu anak dan cucunya, barulah Beliau bisa makan. Kalau aku terus-terusan down, mereka yang bakal lebih down. Makanya, aku harus bangkit." jelas Uni Ledy lebih lanjut.

Kini, perempuan penggila bakso ini merasa lebih tenang, badai itu sudah berlalu. Tidak lagi ada dendam, atau menyelahkan diri sendiri. Namun, yang namanya hidup, tentu akan ada emosi yang menyertai. Ini bukan lagi tentang hati yang patah, tetapi bagaimana seorang Ledya menguatkan sang Buah hati tetap tumbuh layaknya anak-anak lain tanpa seorang ayah.

"Ini bahkan lebih menyakitkan dari sakit hati. Saat menatap anak-anak seusianya terlihat lebih bahagia di gendongan ayahnya," ungkap Uni Ledy yang berdomisili di Ampek Angkek, kabupaten Agam ini.

Namun, Ketua HIMA IP Padang ini tetap bersyukur Nabil selalu bersama dirinya. Bukankah Allah memberi cobaan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya?

💫💫💫

Aku tak sebaik yang kau ucapkan.
Tapi aku juga tidak seburuk yang terlintas di pikiranmu.
(Ali bin Abi Thalib)

Quotes favorit Uni Ledy ini, self reminder juga bagi kita, bahwa jangan menilai seseorang dari yang terlihat di mata saja, atau baru mengenal sejenak.

Sebab, mengetahui karakter seseorang itu butuh bertahun-tahun. Bahkan, sepasang suami-istri yang sudah berumah tangga puluhan tahun pun masih ada kesalahan yang diperbuat.

Sedikit pesan dari Uni Ledy sebagai catatan untuk para pembaca ekspresiana.

Buat teman-teman yang mungkin sedang merasa tidak harmonis dengan pasangan hidupnya.
Koentji kelanggengan rumah tangga bukan hanya tentang rasa cinta, karena rasa akan segera pudar bahkan habis digores waktu. Berkomunikasilah dengan baik. Hargai pasangan sebaik mungkin. Rumah tangga bukan hanya tentang istri saja atau suami saja. Rumah tangga adalah tentang dua keluarga yang menyatu, tentang suami dan istri. Dimulai berdua, jalani berdua, bahagia dua kelurga.

Untuk every single mothers over the world. Menjadi ibu tunggal bukan sebuah aib. Menjadi ibu tunggal berarti menjadi wanita terpilih. Mengemban dua tugas di pundak sebagai madrasah anak sekaligus pencari nafkah adalah kekuatan yang tidak semua orang mampu lakukan. Tegakkan kepalamu, hargai dirimu. Jika bukan dirimu yang menghargai dan membahagiakan diri, lantas siapa lagi?

💫💫💫

Ada Fun facts tentang wanita cantik yang menyukai pakaian berwarna navy ini, lho.

1. Buled tidak menyukai itiak (itik). Jadi, jangan pernah mengajaknya makan itiak lado hijau* apalagi mendekat ke itik hidup.

2. Buled lebih memilih pergi daripada mengantri. Karena menunggu itu sesuatu yang sangat menyebalkan.

3. Buled aktif di taruna remaja di lingkungan tempat tinggalnya.

4. Cewek satu-satunya dari empat bersaudara.

5. Berat badan Uni Ledy pernah naik 10 kg hanya karena makan bakso selama dua mingguan. Yang kemudian, doi harus berhenti memakan daging bulat itu.

💫💫💫

Catatan 
*IPers : member IP
*NHW : Nice Home Work
*Itiak lado hijau : salah satu makanan khas dari Bukittinggi

Akun media sosial sosok
Fb : Ledya Fitriyana
Ig  : ledya.fy_
Blog : welcometoledya.blogspot.com