Cover ; Persiapan Pranikah & Kehamilan (621)

Persiapan Pranikah? Memangnya Ada?

oleh : Mona Amelisa


Pernikahan adalah momentum paling ditunggu oleh setiap insan. Semua orang pasti mempunyai ekspektasi-ekspektasi yang besar untuk pernikahannya. Membina rumah tangga yang bahagia hingga akhir hayat, happily ever after.

“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada separuh sisanya.” (HR. Baihaqi)

Butuh persiapan yang matang dan ilmu yang cukup, karena kehidupan setelah menikah adalah ibadah terlama yang akan dijalani. Lalu, apa saja sih, persiapan pranikah yang harus kita lakukan?


Persiapan Fisik

Persiapan fisik di sini bukan tentang fisik yang kuat untuk melangsungkan pesta berhari-hari ya Uni, tetapi persiapan fisik ini nantinya untuk melewati proses alamiah sebagai perempuan yaitu hamil, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak. Tidak hanya mengerti tentang makan-makanan yang sehat, tetapi juga memahami proses fisiologis yang terjadi pada tubuh seorang perempuan.

Banyak yang menyepelekan persiapan fisik, karena selama ini terbiasa memandang sehat secara fisik hanya dari apa yang terlihat oleh mata saja.

”Oh, saya sehat kok. Buktinya, saya bisa berangkat kerja dan beraktivitas seperti biasanya.”

Uni tahu tidak, kalau berat badan yang ideal untuk hamil itu adalah 45 kg. Sayangnya banyak sekali perempuan yang hari ini, rela mati-matian diet demi berat badan yang ‘katanya’ ideal sampai 40 kg. Padahal yang dilakukannya itu malah semakin memperburuk kondisi fisik perempuan tersebut.

Case selanjutnya, ketika perempuan saat remaja belum aware terhadap dirinya yang ternyata anemia. Maka, ketika ia hamil akan mengakibatkan anemianya bertambah berat, karena secara fisiologis tubuh perempuan mengalami hemodilusi, yaitu peningkatan volume plasma darah ibu dimana tubuh melakukan adaptasi untuk bisa menyediakan nutrisi yang cukup untuk janin.

Nah, bagi Uni yang belum mengerti hal ini, boleh jadi Uni akan cuek saja sebelum menikah.

Selanjutnya, ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) minimal 23,5 cm. Jika kurang dari ukuran tersebut, maka ibu mengalamai Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang biasanya akan menyebabkan berat badan bayi lahir rendah, premature, keguguran, dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu sekali seorang perempuan mengetahui berapa ukuran LILA-nya agar bisa mengambil keputusan, apakah setelah menikah langsung hamil atau ditunda dulu.


.      Persiapan Mental

Persiapan mental disusun oleh tiga hal yaitu, pikiran, emosional dan spiritual. Kehidupan setelah menikah tidaklah seindah sinetron-sinetron yang kita tonton. Maka dari sekarang, semestinya mulai memahamkan diri, bahwa akan banyak peristiwa-peristiwa baru yang memenuhi kehidupan nantinya. Jangan sampai diri kita begitu terkejut karena ketidaksiapan untuk menjalani kehidupan setelah menikah.

Mulailah mempelajari bagaimana cara mengalirkan emosi-emosi yang ada dalam diri dengan tepat. Jangan ditahan, karena setiap manusia memang diciptakan dengan emosi-emosi yang melekat dalam dirinya. Marah, kecewa, sedih, bahagia, senang, dan lain-lain. Ya, semua hal itu biasa. Namun, jika terlalu lama memendam dan tidak memberikan emosi itu kesempatan untuk mengalir, maka hanya perlu percikkan api kecil untuk bisa meledakkan emosi tersebut.

Tak kalah penting dengan spiritual. Hubungan dengan Pencipta. Apakah sudah terjalin dengan baik? Jangan-jangan pikiran dan hati kita selalu saja tidak stabil. Apalagi nanti dengan banyaknya tanggung jawab yang harus ditunaikan, tersebab hubungan kita yang tidak baik dengan Tuhan.

 

Persiapan Ilmu

Di era teknologi yang sudah berkembang dengan pesat ini, tak ada lagi alasan untuk tidak memiliki ilmu tentang pernikahan, terutama ilmu parenting.

Ketika memasuki kehidupan setelah menikah, pasti akan banyak terjadi transisi peran. Jika tidak mempersiapkan ilmu dengan baik, akan membuat diri terkejut.

Ilmu akan membuat diri lebih bijak dalam mengambil tindakan dan keputusan, karena kita tidak lagi menggunakan emosi sesaat saja, tetapi lebih bisa melihat suatu masalah itu dengan lebih rasional.

Mulailah dengan membaca buku, searching di internet, follow akun-akun yang membahas tentang parenting dan mengikuti kelas-kelas parenting. Jangan ragu untuk mengeluarkan uang untuk ilmu sepanjang hayat tersebut. Tidak ada yang instan. Setiap proses pembelajaran memang harus sabar dan ikhlas agar ilmu itu terserap dengan baik.

Nah Uni, banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memutuskan untuk menikah, tetapi Uni bisa memulainya dengan 3 hal di atas. Selamat mencoba!